Cara Mewujudkan Keluarga

info10keluarga harmonis adalah mimpi setiap pasangan. ketika melangkah memasuki gerbang pernikahan, kita membayangkan sebuah kehidupan yang begitu menyenangkan dengan seseorang yang amat kita cintai. berikut adalah cara untuk mewujudkan sebuah keluarga :

keluarga sakinah mawaddah wa rahmah :
1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.
2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.
3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.
4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT
5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka.

Tata Cara Pernikahan Adat Sunda

pernikahan adat sunda

Menghibur. Bisa jadi hal itu yang Anda kan dapati tatkala melihat atau menjalani prosesi pernikahan adat Sunda. Ya. bobodoran atau humor ala bumi Pasundan memang acapkali disisipkan dalam rangkaian prosesi. Tujuannya, apalagi kalau bukan sebagai pencair suasana. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi nilai sakral yang ada. Seperti apa prosesi pernikahan adat Sunda? Berikut ulasannya.

Neundeun Omong

Penjajakan oleh keluarga pemuda pada keluarga gadis yang hendak dilamar. Pada kunjungan silaturahmi tersebut keluarga akan menanyakan apakah gadis yang hendak dilamar telah bertunangan dengan pemuda lain atau tidak. Jika belum, maka penjajakan untuk melamar anak gadis tersebut dilanjutkan. Kini, tahap ini sudah jarang dilakukan mengingat keduanya biasanya sudah saling kenal.

Narosan, ngalamar

Adalah prosesi lamaran untuk menindaklanjuti Neundeun omong. Pada kunjungan yang telah disepakati waktunya itu, keluarga calon mempelai pria beserta kerabat terdekat kadang sengaja membawa seorang yang sudah lanjut usia untuk mewakili atau sebagai juru bicara. Pada saat pelaksanaan, pihak keluarga calon pengantin pria menyerahkan Sirih lengkap dan uang pengikat (panyangcang) sebagai isyarat kesediaan pihak pria untuk ikut membiayai pernikahan. Selain itu, juga menyerahkan cincin meneng atau cincin belah rotan yang diberikan pada pihak wanita sebagai tanda ikatan. Penggunaan cincin sebagai barang lamaran ini adalah pengaruh budaya barat. Aslinya dahulu dipergunakan ikat pinggang dari kain pelangi atau kain polos berwarna hijau atau kuning keemasan, dan acaranya sendiri disebut pauker tameuh.

Seserahan (mawakeun)

Prosesi ini menandai penyerahan calon pengantin pria pada pihak keluarga calon pengantin wanita dengan membawa sejumlah perlengkapan untuk pernikahan. Seserahan dapat dilakukan sehari hingga seminggu sebelum pernikahan, namun sekarang umumnya dilakukan pada saat akan melakukan prosesi ngeyeuk seureuh. Dalam hal ini urutan prosesi diawali dengan seserahan lebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan ngeuyeuk seureuh.

Prosesi Jelang Akad Nikah

  • Ngebakan atau Siraman

Memandikan calon pengantin wanita agar bersih lahir dan batin sebelum memasuki saat pernikahan. Acara berlangsung pada siang hari di kediaman calon pengantin wanita. Bagi umat muslim, sebelum dimulai acara siraman terlebih dahulu diawali oleh pengajian atau rasulan dan pembacaan doa khusus kepada calon mempelai wanita. Hal yang sama dilakukan di kediaman calon pengantin pria. Prosesi yang tercakup dalam siraman adalah :

  • Ngecakeun Aisan

Calon pengantin wanita keluar dari kamar digendong oleh ibu secara simbolis. Ayah calon pengantin wanita berjalan di depan membawa lilin menuju tempat sungkeman.

  • Ngaras

Berupa permohonan izin calon mempelai wanita kemudian sungkem dan mencuci kaki kedua orang tua.

  • Pencampuran Air siraman

Kedua orang tua menuangkan air siraman ke dalam bokor dan mengaduknya. Terdiri dari air bunga setaman (tujuh macam bunga wangi).

  • Siraman

Diawali musik kecapi suling, calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. Siraman calon pengantin wanita dimulai oleh ibu, kemudian ayah, disusul oleh para sesepuh. Jumlah penyiram harus ganjil 7, 9, atau 11 orang.

  • Potong Rambut

Rambut calon mempelai wanita dipotong oleh ibu dan ayah, sebagai lambang memperindah diri lahir dan batin. Dilanjutkan prosesi ngeningan, yakni menghilangkan semua bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom, membuat godeg dan membuat kembang turi.

  • Ngeyeuk Sereuh

Sebuah prosesi saat calon mempelai meminta restu kepada orang tua masing-masing. Melalui prosesi ini orang tua memberi nasihat melalui benda-benda yang digunakan sebagai simbol. Prosesi ini dipimpin oleh pangeuyeuk, yaitu tetua yang dipercaya memimpin acara. Perlengkapan ngeyeuk seureuh terdiri dari 25 macam barang yang ditutup kain putih. Makna dari barang-barang ini akan dijelaskan melalui tembang-tembang Sunda yang diiringi kecapi.

  • Ngababakeun

Pada hari pernikahan, rombongan calon pengantin pria menuju kediaman calon pengantin wanita disambut panitia penjemputan yang dipimpin Ki Lengser, penari berkostum unik, diiringi gamelan degung. Ki Lengser biasanya hadir juga pada resepsi pernikahan yang diselenggarakan pada waktu yang berbeda dengan akad nikah, menyambut kedua pengantin memasuki ruang resepsi. rangKaian UpaCara setelah nikah

  • Sawer

Acara yang dilangsungkan setelah akad nikah ini merupakan saat orang tua memberi nasihat terakhir kepada pengantin diiringi kidung. Sebelumnya disediakan bokor berisi uang logam, beras, kunyit yang diris tipis-tipis, dan permen. Pemberian nasihat diiringi dengan menaburkan isi bokor kepada pengantin.

  • Meleum Harupat

Pengantin pria memegang harupat/lidi, pengantin wanita membakar dengan lilin hingga menyala, lalu dipadamkan. Nyala lidi diibaratkan amarah pria yang padam disiram kelembutan seorang wanita.

  • Nincak Endog

Pengantin pria menginjak telur, kemudian pengantin wanita membersihkan kaki pengantin pria dengan air kendi. Melambangkan tanggung jawab suami sebagai kepala rumah tangga, sementara istri mengikuti bimbingan suami.

Melepas Merpati

Kedua orang tua melepas merpati putih ke angkasa, sebagai simbol melepas tanggung jawab karena pasangansudah mampu mandiri.

  • Buka Pintu

Percakapan dalam bentuk syair antara pengantin pria yang berada di luar pintu dengan pengantin wanita yang ada di dalam rumah. Biasanya diwakili oleh juru mamaos. Melambangkan petuah agar suami istri saling menghormati.

  • Huap Lingkup

Pengantin disuapi oleh kedua pasang orang tua, melambangkan kasih sayang orang tua yang sama besar terhadap anak dan menantu.

  • Pabetot Bakakak Hayam

Kedua pengantin tarik menarik ayam utuh yang telah dibakar. Yang mendapat bagian lebih besar harus membagi kepada pasangannya. Melambangkan rezeki yang diterima harus dinikmati bersama.

Teks Teddy Sutiady

Tata Cara Pernikahan Adat Padang

adat padang

Berdasarkan tradisi turun-temurun, pernikahan urang awak melibatkan peran dari keluarga besar kedua calon mempelai. Terutama pihak wanita. Setiap rangkaian prosesinya sarat akan petatah-petitih (nasihat) kehidupan. Tak heran, meski zaman terus berganti, hal tersebut masih terus dilaksanakan hingga kini.

  • Marasek

Menikah adalah menentukan pasangan hidup untuk berbagi kasih, suka, maupun duka. Agar tidak salah pilih, tentunya perlu ada penjajakan terlebih dahulu. Dalam adat Minang, hal itu disebut maresek. Sesuai dengan adat-istiadat ranah Minang yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, penjajakan dilakukan oleh pihak keluarga wanita. Biasanya beberapa perempuan yang dituakan dalam keluarga diutus untuk mencari tahu, apakah pemuda yang dituju cocok dan berminat untuk menikahi si gadis. Prosesi seperti ini bisa berlangsung beberapa kali.

  • Maminang

Tahap selanjutnya adalah pinangan (maminang). Tahapan ini dilakukan apabila hasil dari marasek sudah positif, artinya bakal calon pasangan memberikan sinyal setuju. Disaksikan orangtua, ninik mamak dan para sesepuh kedua belah pihak, proses peresmian ikatan pertunangan pun dilaksanakan. Ikatan kini semakin kuat dan tidak dapat diputus secara sepihak. Ketika bertandang, rombongan keluarga calon mempelai wanita membawa hantaran, namun yang paling utama adalah sirih pinang. Buah tangan itu bisanya ditata dalam carano, kemudian disuguhkan untuk dicicipi keluarga pihak pria. Hal tersebut mengandung makna dan harapan. Bila tersisip kekurangan saat kunjungan tidak akan menjadi bahan gunjingan. Hal-hal manis dalam pertemuan akan melekat dan diingat selamanya.

  • Batimbang Tando (bertukar tanda)

Kemudian dilanjutkan dengan acara batimbang tando atau batuka tando (bertukar tanda). Biasanya berupa benda-benda pusaka seperti keris, kain adat, atau benda lain yang memiliki nilai sejarah bagi keluarga. Selanjutnya diakhiri dengan berembuk mengenai tata cara penjemputan calon mempelai pria.

  • Mahanta Siri

Seperti halnya calon mempelai wanita, mempelai pria melakukan tahapan memohon doa restu kepada orang tua dan sanak kadang. Hal itu disebut mahanta siri. Pada saat itu calon mempelai pria menyampaikan kabar gembira mengenai tanggal pernikahannya, sembari membawa selapah berisi daun nipah dan tembakau. Hal serupa pun dilakukan calon mempelai wanita, diwakili oleh kerabat wanita yang sudah berkeluarga dengan cara mengantar sirih lengkap. Biasanya keluarga yang didatangi akan memberikan bantuan untuk ikut memikul beban dan biaya pernikahan sesuai kemampuan.

  • Babako-Babaki

Ayah mana yang tidak ingin meliahat putra-putrinya bahagia ketika melangsungkan pernikahan. Tak heran, selain memberikan doa restu, ayah calon mempelai wanita biasanya ikut memikul biaya sesuai kemampuan. Acara ini berlangsung beberapa hari sebelum akad nikah. Mereka datang membawa berbagai macam hantaran. Perlengkapan yang disertakan berupa sirih lengkap (sebagai kepala adat), nasi kuning singgang ayam (makanan adat), barang-barang yang diperlukan calon mempelai wanita (seperangkat busana, perhiasan emas, lauk-pauk baik yang sudah dimasak maupun yang masih mentah, dan lain sebagainya). Selaras tradisi, calon mempelai wanita dijemput untuk mendapat petatah-petitih (nasihat) di rumah keluarga pihak ayah. Keesokan harinya, calon mempelai wanita diarak kembali ke rumahnya diiringi keluarga pihak ayah dengan membawa berbagai macam barang.

  • Malam Bainai

Dan malam hari sebelum acara akad nikah, dilaksanakan malam bainai di kediaman calon mempelai perempuan. Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke setiap kuku calon pengantin. Tradisi ini melambangkan kasih sayang dan doa restu para sesepuh keluarga mempelai wanita. Perlengkapan lain yang turut digunakan pada acara tersebut, antara lain: air yang berisi keharuman tujuh macam kembang, daun inai tumbuk, payung kuning, kain jajakan kuning, kain simpai, dan kursi untuk calon mempelai.

  • Manjapuik Marapulai

Ini adalah acara adat yang paling penting dari seluruh rangkaian acara perkawinan adat Minangkabau. Calon pengantin pria dijemput guna melangsungkan akad nikah di rumah calon mempelai wanita. Disaat yang sama pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria, sebagai pertanda kematangan usia juga dilaksanakan. Saat itu pihak keluarga calon pengantin wanita membawa sirih lengkap dalam cerana yang menandakan kehadiran mereka yang penuh tata karma. Selanjutnya rombongan utusan dari keluarga calon mempelai wanita menjemput calon mempelai pria. Setelah prosesi sambah-mayambah dan mengutarakan maksud kedatangan, calon pengantin pria serta rombongan diarak menuju kediaman calon mempelai wanita.

  • Penyambutan di Rumah Anak Daro

Tradisi menyambut kedatangan calon mempelai pria di rumah calon mempelai wanita (penyambutan di rumah anak daro) merupakan momen meriah dan besar. Dilatari bunyi musik tradisional yang berasal dari talempong, keluarga mempelai wanita menyambut kedatangan mempelai pria. Berikutnya, barisan dara menyambut rombongan dengan persembahan sirih lengkap. Para sesepuh wanita menaburi calon pengantin pria dengan beras kuning. Sebelum memasuki pintu rumah, kaki calon mempelai pria diperciki air sebagai lambang mensucikan, lalu berjalan menapaki kain putih menuju ke tempat berlangsungnya akad.

Tradisi Usai Akad Nikah

Usai melaksanakan akad nikah, ada lima acara adat yang lazim dilaksanakan. Mulai dari memulangkan tanda, mengumumkan gelar pengantin pria, mengadu kening, mengeruk nasi kuning dan bermain coki.

  • Mamulangkan Tando

Setelah resmi menjadi suami istri, maka tanda yang diberikan sebagai ikatan janji saat lamaran dikembalikan oleh kedua belah pihak.

  • Malewakan Gala Marapulai

Mengumumkan gelar untuk pengantin pria. Gelar ini sebagai tanda kehormatan dan kedewasaan yang disandang mempelai pria. Lazimnya diumumkan langsung oleh ninik mamak kaumnya.

  • Balantuang Kaniang atau Mengadu Kening

Dibimbing oleh para sesepuh wanita, kedua mempelai didudukkan saling berhadapan. Wajah keduanya dipisahkan dengan sebuah kipas yang diturunkan secara perlahan. Setelah itu kening pengantin pun saling bersentuhan.

  • Mangaruak Nasi Kuniang

Prosesi ini mengisyaratkan hubungan kerjasama suami istri yang harus melengkapi satu sama lain. Ritual diawali dengan kedua pengantin berebut mengambil daging ayam yang tersembunyi di dalam nasi kuning.

  • Bamain Coki

Coki adalah permaian tradisional Ranah Minang. Yakni semacam permainan catur yang dilakukan oleh dua orang dengan papan permainan menyerupai halma. Permainan ini bermakna agar kedua mempelai bisa saling meluluhkan kekakuan dan egonya masing-masing agar tercipta kemesraan.

Teks Teddy Sutiady

Pernikahan Adat Palembang

penikahan-adat-palembang

Prosesi pernikahan adat di Palembang boleh dibilang kaya akan perpaduan berbagai macam unsur budaya di dalamnya. Ada budaya Melayu, Jawa, dan lain sebagainya. Hingga kini, menikah menggunakan prosesi adat masih dilaksanakan oleh masyarakat Palembang. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, beberapa tahapan dalam tata cara pernikahan adat ini tak lagi dilaksanakan. Salah satunya adalah prosesi Madik yang berarti pendekatan, merupakan penyelidikan terhadap asal usul serta silsilah keluarga gadis yang akan dipinang, atau dapat dikatakan cara berpacaran pada masa lalu. Prosesi lain yang juga mulai ditinggalkan adalah Menyenggung yang merupakan tanda keseriusan keluarga besar pria. Mengapa? Tentu saja karena generasi muda sekarang lebih memilih untuk mencari dan berkenalan sendiri dengan wanita yang disukainya. Mereka sendiri yang akan melakukan pendekatan, sebelum akhirnya memutuskan apakah mereka merasa cocok satu sama lain. Pada tahap ini campur tangan pihak keluarga sepertinya belum diperlukan. Pihak keluarga baru dapat turut campur ketika pasangan ini memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Disinilah prosesi adat mulai dilakukan, dengan urutan sebagai berikut:

1. Berasan

Berasal dari bahasa Melayu yang berarti bermusyawarah, Berasan merupakan pertemuan antara dua keluarga besar. Pada pertemuan yang penuh dengan pantun ini, akan diputuskan persyaratan pernikahan baik secara adat maupun secara agama, serta hari akan dilangsungkannya Mutuske Kato.

Yang dimaksud dengan persyaratan pernikahan secara agama adalah penentuan mahar atau mas kawin. Sementara persyaratan pernikahan secara adat ada beberapa tergantung kesepakatan, apakah Adat Berangkat Tigo Turun, Adat Berangkat Duo Penyeneng, Adat Berangkat Adat Mudo, Adat Tebas, atau Adat Buntel Kadut. Masing-masing memiliki persyaratan yang berbeda, misalnya pada Adat Berangkat Tigo Turun, pada seturun pertama berisi selendang songket lepus, baju kurung songket tabor, kain songket pulir, lalu pada seturun kedua harus ada kain songket cukitan juga baju kurung angkinan, dan lain lain. Sementara pada Adat Tebas semua persyaratan dikompensasikan dalam bentuk uang. Lain lagi dengan Adat Buntel Kadut dimana pihak pria harus memberikan sejumlah uang yang telah dimufakatkan. Masih banyak lagi perlengkapan yang harus dipenuhi dalam persyaratan adat, dan semua tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak keluarga.

2. Mutuske Kato

Sesuai dengan namanya, pada acara ini kedua keluarga membuat keputusan mengenai : Hari Nganterke Belanjo, Hari Pernikahan, Hari Munggah, Hari Nyemputi dan Nganter Pengantin, Ngalie Turon, Pengantin Becacap atau Mandi Simburan, serta Beratib.

Pada acara ini pihak keluarga pria membawa 7(tujuh) tenong berisi gula pasir, tepung terigu, telur itik, emping, pisang, dan buah-buahan. Perlengkapan lain yang perlu dibawa adalah sebagian dari beberapa perlengkapan yang harus dipenuhi dalami persyaratan secara adat. Misalnya, untuk Adat Berangkat Tigo Turun harus membawa selembar kemben tretes mider, baju kurung angkinan, dan selembar sewet songket cukitan.

Biasanya diadakan jamuan yang ditutup dengan doa memohon keselamatan agar pelaksanaan pernikahan berjalan lancar. Dan menjelang pulang, tenong yang tadi dibawa oleh pihak keluarga pria dikembalikan dan diisi dengan aneka jajanan khas Palembang.

3. Nganterke Belanjo

Prosesi yang mirip dengan serah-serahan dalam tradisi Jawa ini dilakukan sebulan atau satu setengah bulan menjelang pernikahan. Duit Belanjo atau uang belanja dimasukkan dalam ponjen kuning, dilengkapi 12 nampan pengiring berisi kebutuhan pesta seperti gula pasir, tepung terigu, telur itik, mentega, minyak goreng, susu, buah kalengan, kentang, bawang merah, serta kue-kue.

Selain itu, pada acara Nganterke Belanjo ini juga dibawa segala perlengkapan dalam persyaratan adat yang telah diputuskan dalam Mutuske Kato.

4. Persiapan Menjelang Akad Nikah

Seperti tradisi di daerah lain, penentuan hari pernikahan yang diputuskan dalam Mutuske Kato, juga mempertimbangkan beberapa hal untuk kebaikan kedua pengantin. Pada bulan – bulan Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, dan Zulhijah, biasanya bulan purnama akan menyinari bumi, dan dipercaya membawa harapan yang cerah bagi kehidupan kedua mempelai kelak.

Sementara itu, ada beberapa ritual yang harus dilakukan oleh calon pengantin yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan pengantin wanita. Ritual tersebut adalah Betangas atau mandi uap, Bebedak, dan BepacarBepacar atau memakaikan inai ke kuku tangan dan kaki, serta telapak tangan dan kaki, merupakan tradisi yang dipercaya memiliki kekuatan magis untuk mengusir makhluk halus dan memberi kesuburan bagi mempelai wanita. Untuk calon pengantin wanita, ritual harus dilakukan di dalam kamar, sementara untuk calon pengantin pria cukup di dalam rumah. Setelah ketiga ritual tadi, dilakukan Mandi Bersih, seperti layaknya Siraman dalam tradisi Jawa, yang berarti menyucikan calon pengantin.

5. Akad Nikah

Menurut tradisi Palembang, upacara akad nikah dilakukan di rumah mempelai pria. Dan bila dilakukan di rumah mempelai wanita seperti banyak dilakukan sekarang, disebut kawin numpang.

6. Munggah

Merupakan puncak rangkaian prosesi pernikahan adat Palembang, prosesi Munggah yang dilakukan di rumah mempelai wanita ini, mengandung makna agar kedua mempelai menjalani hidup berumah tangga dengan timbang rasa, serasi, dan damai. Sebelum berangkat menuju rumah pengantin wanita, rombongan pengantin pria membentuk formasi yang disebut barisan terbangan yaitu pengantin pria diapit dua orang pria yang salah satunya memegang bunga langsi, pembawa payung dibelakang pengantin.

Urutan prosesi :

- Arakan pengantin pria yang didahului oleh grup rebana dan grup pencak silat menuju rumah pengantin wanita

- Sesampainya di rumah pengantin wanita, rombongan disambut oleh pihak mempelai wanita. Beras kunyit ditaburkan kepada pengantin pria oleh tetua adat dari pengantin wanita.

- Pengantin pria memasuki rumah, lalu berjalan ke Bilik Pengantin sambil melewati jerambah atau 7 lembar kain yang dihamparkan di lantai, dan melangkahi pedupaan berisi bara dan kemenyan yang diletakkan ditengah jerambah.

- Di pintu Bilik Pengantin dilakukan dialog Ketok Pintu, pihak keluarga pria akan mengucapkan : buka lawang, buka langsi. Dari dalam bilik akan terdengar jawaan : minta wayang, minta ronggeng. Dijawab lagi oleh pihak pria : inilah galonyo, bunga langsi dan penganten lanang (inilah segalanya, bunga langsi dan pengantin pria).

- Kemudian pengantin pria masuk ke Bilik Pengantin disambut pengantin wanita. Kedua pengantin dibariskan, pengantin wanita duduk dimuka dan pengantin pria di belakang, dalam waktu bersamaan. Lalu pengantin pria menyampaikan sirih penyapo kepada mempelai wanita.

- Selanjutnya kedua pengantin keluar dari Bilik Pengantin menuju ruang tengah untuk melakukan Nimbang Pengantin. Prosesi ini mengandung makna agar kedua pengantin rukun dan seia sekata.

- Dilanjutkan prosesi Ndulangi Penganten (menyuapi pengantin) dimana kedua mempelai didudukkan diatas papan pasang, dengan posisi mempelai wanita duduk di depan dan mempelai pria dibelakang, dan disuapi oleh ibu kedua pengantin.

- Terakhir adalah Cacapan yang dilakukan bila tidak dilaksanakan acara Mandi Simburan.

Hal lain yang dilakukan pada saat prosesi Munggah adalah Hidangan Palembang. Merupakan hidangan yang ditata untuk 8 orang. Jenis makanan yang disajikan adalah malbi (semur), pindang tulang, opr ayam, rending, tak ketinggalan iwak (ikan) saluang. Selanjutnya disajikan hidangan penutup yang disebut Botekan berupa kue-kue khas Palembang yaitu masuba, kue delapan jam, srikaya, dan kojo.

Tarian Pagar Pengantin

Pada resepsi pernikahan adat Palembang, biasanya pengantin wanita menarikan satu tarian adat ditemani oleh tiga orang penari. Tarian yang disebut dengan tari Pagar Pengantin ini menggambarkan tarian terakhir dari pengantin wanita untuk melepaskan masa lajangnya. Tarian ini dilakukan didepan pengantin pria, dimana pengantin wanita menari diatas nampan bertabur bunga mawar. Sebagai gambaran bahwa setelah menikah sang pengantin wanita hanya akan bertindak di dalam lingkaran, atau dalam ruang gerak yang lebih terbatas dibandingkan semasa ia masih melajang. Meski bukan merupakan pakem adat, belakangan tarian ini sering dijadikan puncak prosesi adat pernikahan Palembang.

Tata Cara Pernikahan Adat Jawa

 

Dalam suatu pernikahan di indonesia banyak berbagai macam adat istiadat yang berbeda-beda. Kamu orang jawa? atau calonmu orang jawa? dan ingin mengadakan pernikahan dengan adat jawa? mungkin kamu harus tau tahapan dalam pernikahan adat jawa, berikut adalah 7 tahapan yang harus kamu lakukan.
pernikahan-adat-jawa

1. Serah-serahan

Tahapan yang pertama adalah keluarga calon mempelai laki-laki mendatangi kediaman keluarga calon mempelai perempuan dengan tujuan melamar putri keluarga tersebut untuk menjadi istri putra mereka. Sembari mengutarakan maksudnya itu, keluarga laki-laki membawa serah-serahan atau yang diartikan sebagai barang-barang yang mempunyai makna tersendiri, seperti cincin, makanan tradisional, dan yang lainnya.

2. Siraman

Ritual yang satu ini bertujuan untuk membersihkan jiwa pengantin. Diselenggarakan sebelum proses akad nikah, biasanya satu atau dua hari sebelumnya di kediaman calon mempelai perempuan. Urutan tahapannya yaitu calon pengantin memohon doa restu kepada kedua orangtuanya, kemudian calon pengantin laki-laki dan perempuan duduk di tikar pandan dan disiram oleh pinisepuh, yakni orang yang ‘dituakan’ dan orang lain yang telah ditunjuk. Terakhir, calon pengantin disiram air kendi oleh ibu bapaknya.

3. Paes atau Ngerik

Persis setelah siraman, upacara paes dilakukan di kamar calon mempelai perempuan. Bukan hanya oleh si calon mempelai saja, tapi upacara ini diikuti juga oleh ibu calon mempelai, dan beberapa ibu-ibu sepuh lainnya. Yang dimaksud dengan ngerik ialah mengerik atau menghilangkan rambut-rambut halus di wajah calon mempelai perempuan agar nampak bersih dan wajahnya jadi bercahaya.

4. Dodol dawet

Setelahnya, ada acara dodol dawet atau menjual dawet. Penjualnya adalah ibu calon mempelai perempuan yang dipayungi oleh ayah calon mempelai perempuan. Sementara itu, yang berperan sebagai pembelinya ialah para tamu dan saudara yang hadir. Mereka menggunakan pecahan genting sebagai uang untuk membeli dawet tersebut. Prosesi ini melambangkan agar dalam upacara pernikahan yang akan dilangsungkan, dikunjungi banyak tamu dan dawet pun laris terjual.

5. Midodareni

Prosesi adat pernikahan Jawa yang selanjutnya adalah midodaren. Kata midodaren sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘widodari’ atau bidadari dalam bahasa Indonesia. Upacara ini dilangsungkan pada malam hari setelah prosesi siraman, yang dimaksudkan menjadikan sang mempelai perempuan secantik Dewi Widodari. Pada malam midodareni ini, keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk mempererat tali silaturahmi.

 

6. Upacara panggih

Prosesi dimulai dengan datangnya calon mempelai pria dan rombongan ke kediaman calon mempelai perempuan, yang berhenti di depan pintu masuk rumah. Pada sisi rombongan mempelai laki-laki, ada 2 orang lelaki muda atau 2 orang ibu membawa masing-masing serangkaian bunga yang disebut kembar mayang. Salah satunya membawa sanggan yang dibungkus daun pisang dan ditaruh di atas nampan. Sanggan diserahkan kepada ibu mempelai perempuan. Sedangkan kembar mayang dibawa keluar area rumah dan dibuang ke jalan di dekatnya, dengan maksud agar upacara pernikahan selalu berjalan lancar tanpa gangguan.

7. Upacara balangan suruh

Masih di titik yang sama dengan upacara panggih tadi, jarak antar mempelai kurang lebih lima langkah. Kedua mempelai akan saling melempari ikatan daun sirih yang diisi kapur sirih dan diikat benang. Kedua mempelai saling melempar sambil tersenyum, mempelai laki-laki mengarahkan lemparannya ke arah dada mempelai perempuan, dan mempelai perempuan meleparnya ke arah paha mempelai laki-laki. Menurut kepercayaan kuno, daun sirih punya daya untuk mengusir roh jahat dalam diri masing-masing calon mempelai.

Sudah cukup paham dengan tata cara ritual pernikahan adat Jawa, Bela? Untuk memudahkan, tak ada salahnya kalau kamu menggunakan jasa Wedding Organizer Ridho Selamat mempersiapkan pernikahanmu!

0816-335-351

Paket istimewa Pernikahan Murah di Jogja

Kami Ridho Catering & Wedding Organizer Melayani Jasa Paket Pernikahan murah lengkap di jogjadaftar paket ini tidak mengikat bisa di tambah dan di kurangi menyesuaikan kebutuhan.

Paket Pernikahan = Rp.

1. Gedung Standar Paket Pernikahan

  • Joglo Panembahan
  • APMD
  • Bumi Putera atau yang sederajat

2. Paket Rias Pernikahan

  • Tata Rias dan Busana pengantin : Jogja putri, Solo Putri, Muslim Modern
  • Tata Rias dan Busana Bapak / Ibu dan Besan
  • Among Tamu Kakung 5 (Lima).
  • Among Tamu Putri 5 (Lima)
  • Penjaga buku tamu putri 4 (Empat)

3. Dekorasi Pelaminan Komplit

  • Gebyok dengan bunga segar dan harum
  • Taman dengan konsep hijau tumbuhan
  • Gasebu menyesuaikan tempat
  • Lighting meliputi dekorasi-pintu belakang
  • taman air manncur istimewa
  • Penjor istimewa

4. Catering Pernikahan

  • Buffe 500 porsi @ 22.000
  • Gubug Bakso 300
  • Gubug Siomay 200
  • Gubug Dawet 200

5. MC Standar tetap istimewa

6. Dokumentasi = Video shooting dan Foto dari group kami dari dulu sampai sekarang masih istimewa

7. Hiburan = Organ tunggal dan 2 Penyanyi

8. Undangan 250 buah untuk undangan elektronik kami berikan gratis layout dan isi

9. Souvenir istimewa 250 Buah

Keistimewaan konsep khas Ridho catering

selamat datang kembali di ridhocatering jogja

faktor pendukung dimana kita tetap ada dan semakin kedepan ialah tak terlepas dari faktor makanan, Pemilihan bahan dasar yang mengutamakan kualitas hingga pengolahan bahan makanan agar menjadi sajian yang terbaik, semuanya kami lakukan sesuai dengan konsep pemikiran diawal Ridho Catering yaitu fresh food, higienis dan sanitas.

perpaduan antara rasa nusantara dan penampilan khas jogja inilah keunggulan layanan kami. Inovasi tiada henti agar apapun jenis hajatan Anda dapat menjadi kenangan indah yang berkesan.

Paket Catering Pernikahan Murah di Yogyakarta

Kami Ridho Catering menyediakan Paket Catering Pernikahan Murah di Yogyakarta, walaupun murah cita rasa  enak dan tampilan istimewa.

Contoh tampilan Paket Catering Pernikahan Murah di Yogyakarta :

Paket Catering Pernikahan Murah di Yogyakarta

Harga Paket Catering Pernikahan Murah di Yogyakartat Mulai 15. 500 – 35.000. Info harga detil di page Prasmanan Jogja.

Kami Ridho Catering juga melayani pesanan Nasi Box syukuran, aqiqah, dll.

 

Tempat Catering Jogja

Tempat Catering Jogja melayani Prasmanan, Racikan, Nasi box untuk untuk semua acara anda. alamat kami di kotagede, tepatnya pasar kotagede ke selatan skitar 300m, barat coklat monggo.

sudah menjadi komitmen kami layanan ramah, rasa yang enak, tampilan yang cantik harga murah / terjangkau.

  • Ancer – ancer dari Pasar kotagede  : Dari Pasar Kotagede ke Selatan sekitar 300 meter (jalan watu gilang)ketemu masjid Gedhe dan makam raja raja mataram masih lurus, sebelum sampai coklat monggo, Sebelah kanan jalan ada papan Layanan Aqiqah Jogja Ridho aqiqah, masuk ya.
  • Ancer – ancer dari jalur Ringroad : Dari terminal Giwangan ambil jalur lambat, masuk kekiri  jalan pertama (ada pabrik BH dan lapangan parkir), lurus terus 500 m. sampai ketemu coklat monggo, masuk jalan ke kiri setelah coklat monggo, ada papan Ridho aqiqah masuk ya.
  • Minta tolong  kalau pasaranya LEGI, jangan lewat pasar (jam 9-12) karena macet banget.

Telpon Ridho Catering:

  • lokal (0274) 384 096.
  • Flexi   714 3544.
  • Telkomsel 0853 2571 4685.
  • XL 0877 3931 3701.
  • Pin BB 27620B74