Rezeki pernikahan terjamin bagi yang setiap muslim

Rezeki Penikahan & Alasan ekonomi menjadi penyebab utama kaum adam untuk menunda pernikahan. Penghasilan yang pas pasan, belum punya rumah dan belum yang lainnya. Tak sedikit keraguan tersebut membuat kita selalu mengulur waktu untuk menenuaikan pernikahan. Memang tidak bisa dielak bahwa uang sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah rumah tangga.Namun jika sudah cukup umur, apakah harus menunggu punya banyak uang ?

Anjuran untuk Menikah

Allah menganjurkan dan memerintahkan orang-orang yang sendirian untuk segera menikah. Anjuran menikah yang telah ditegaskan pada ayat Al Quran tersebut agar manusia tidak terjerumus dalam perbuatan yang diharamkan atau perzinaan. Selain itu nikah dapat menyempurnkan ibadah manusia di dunia. Dengan melaksanakan pernikahan, manusia mendapatkan banyak keutamaan.

Jangan Risaukan Rezeki

Allah telah berjanji pada setiap manusia yang telah menunaikan ibadah pernikahan untuk mencukupkan rezeki. Dan setiap janji Allah itu mutlak dan pasti. Firman Allah Ta’Ala dalam Qur’an Surat An Nuur ayat 32 :

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Begitu pula dengan sabda Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah:

(1) orang yang berjihad di jalan Allah,

(2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya,

(3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Masihkan kita takut menikah lantaran tidak memiliki pendapatan yang besar?

Menikah Menyempurnakan Agama Islam

“Apabila seorang hamba telah berkeluarga, berarti dia telah menyempurnakan setengah dari agamanya maka takutlah kepada Allah terhadap setengahnya yang lainnya.” (HR At-Thabrani)

Dengan menikah, manusia telah menyempurnakan separuh agama dan tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Para ulama menyatakan bahwa pada umumnya yang merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan berpotensi menggiring diri pada zina, dan perut bersifat serakah.

Kriteria Jodoh yang Ideal dalam Islam

Agama Islam juga menganjurkan untuk mencari pasangan hidup haruslah berhati-hati baik laki-laki maupun perempuan. Islam menjelaskan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal, yakni harus kafaah dan shalihah.

Islam memandang kafaah sebagai kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, tidak diukur dari status sosial, materi, keturunan. Derajad setiap manusia dimata Allah Azza wa Alla sama, miskin maupun kaya, tidak ada bedanya selain imannya.

Laki-laki maupun perempuan yang hendak mencari pendamping hidup, haruslah memilih yang shalih atau shalihah. Sabda Rasulullagh SAW :

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.”

Celaan Bagi Orang yang Enggan Menikah

Orang yang enggan menikah bersama hawa nafsu yang selalu menggelora, hingga kesucian semangat dan rohani menjadi keruh. Jiwanya selalu dalam pergolakan melawan fitrah. Meski keimanan dapat diandalkan, namun hawa nafsu yang selalu muncul terus-menerus akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa yang dapat membawanya jatuh ke lembah kenistaan.

Sehingga manusia yang membujang baik laki-laki maupun perempuan, sejatinya mereka tergolong orang yang paling sengdara dalam hidup ini. Mereka tidak bisa menikmati kedamaian dan keindahan hidup.

rezeki

Baca juga artikel : Alat Makan Kayu Menguntungkan

Baca juga artikel : Nikah Muda Hukumnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.